Wednesday, February 20, 2013

BAB I | SKRIPSI | ABDUS SOMAD | 108053000021 | EVALUASI PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2011


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Ibadah haji adalah sebuah fenomena keagamaan yang luar biasa, peristiwa akbar yang dipertunjukkan oleh Sang Pencipta kepada seluruh hamba-Nya.[1] Dalam ibadah haji tidak ada perbedaan kasta dan suku bangsa, tidak ada diskriminasi jenis kelamin, bahkan perbedaan warna kulit. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang dilaksanakan dengan syarat dan rukun tertentu dan dilaksanakan disebuah tanah yang suci dimana Allah SWT memberikan sebuah tempat bagi orang-orang Muslim untuk melaksanakan tawaf dan beribadah lainnya, seperti yang tertera dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
øŒÎ)ur $tRù&§qt/ zOŠÏdºtö/\} šc%s3tB ÏMøt7ø9$# br& žw ñÎŽô³è@ Î1 $\«øx© öÎdgsÛur zÓÉL÷t/ šúüÏÿͬ!$©Ü=Ï9 šúüÏJͬ!$s)ø9$#ur Æìž29$#ur ÏŠqàf¡9$# ÇËÏÈ  
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.

Ibadah haji juga termasuk salah satu kewajiban umat Muslim dunia bagi yang mampu menjalankannya.

Sesuai dengan firman Allah SWT:
ÏmŠÏù 7M»tƒ#uä ×M»uZÉit/ ãP$s)¨B zOŠÏdºtö/Î) ( `tBur ¼ã&s#yzyŠ tb%x. $YYÏB#uä 3 ¬!ur n?tã Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó$# Ïmøs9Î) WxÎ6y 4 `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÒÐÈ  
Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (Q.S. Ali Imron : 97)

Kata (ﭐﺴﺘﻄﺎﻉ) di atas yang berarti “mampu” adalah mampu dalam 3  hal yang biaya, memiliki jiwa dan raga yang sehat, menguasai segala ilmu tentang haji dan mampu menjaga diri dari perbuatan yang dilarang Allah selama proses pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, jamaah haji juga harus mampu dalam hal perjalanan yang memadai dan aman serta mampu meninggalkan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.[2]
Ibadah haji biasa dilakukan setiap bulan Dzulhijjah dengan kegiatan intinya pada tanggal 8-10 Dzulhijjah. Dimulai dengan bermalam di Mina, wukuf di Padang Arafah dan diakhiri dengan melempar jumrah, yakni melempar batu ke sebuah benda yang disimbolkan sebagai setan.[3]
Penyelenggaraan ibadah haji telah dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS, saat istri Nabi Ibrahim AS yang bernama Siti Hajar melahirkan putra pertamanya, Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah untuk membawa mereka ke sebuah padang pasir yang tandus dan kemudian Nabi Ibrahim AS meninggalkan mereka dengan penuh keyakinan dari Allah SWT. Saat Siti Hajar dan Ismail kecil mengalami kehausan, Siti Hajar berinisiatif untuk mencari sumber air dan makanan dengan berlari kecil dari satu bukit ke bukit lainnya secara terus-menerus, hingga kemudian Ismail kecil mengehentakan kaki kecilnya dan keluarlah mata air yang kemudian hingga sekarang diberi nama air zam-zam[4].
Praktek ibadah haji di Indonesia sendiri sudah mulai sejak awal akhir abad ke-12 pada saat para pedagang Muslim dari Arab, Persia dan Anak Benua India datang ke nusantara untuk kepentingan perdagangan sekaligus penyebaran agama Islam di nusantara. Kemudia pada abad selanjutnya, yakni pada abad ke-14 dan ke-15 jumlah jamaah haji Indonesia mengalami peningkatan ketika pada saat itu hubungan ekonomi, politik dan sosial keagamaan antar-negara Muslim Timur Tengah dengan nusantara semakin meningkat.[5] Namun manajemen penyelenggaraan ibadah haji yang terorganisir di Indonesia baru mulai dilaksanakan mulai dari selang 4 tahun setelah Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1949 setelah pemerintah Indonesia pada tahun 1948 mengirimkan misi haji ke Arab Saudi untuk menjelaskan situasi politik pada saat itu sekaligus meminta dukungan terhadap kaum Muslim untuk menentang penjajahan. Ibadah haji pada saat itu adalah sebuah upaya yang sangat sulit untuk dilakukan karena bangsa Indonesia masih harus berusaha mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. Meskipun demikian, pemerintah tetap melakukan pemberangkatan pertama pada tahun 1949 setelah pemerintah- Indonesia berhasil mengirimkan misi haji pada tahun sebelumnya untuk bertemu dengan raja Arab Saudi.[6]
Namun seiring perjalanannya, masih sering ditemukan berbagai masalah yang menyelimuti pelaksanaan ibadah haji Indonesia. Pada tahun 2010 dan 2011 saja masih sering terjadi hambatan klasik penyelenggaraan haji di Indonesia, mulai dari pendaftaran, pemberangkatan, transportasi dan akomodasi, katering, kesehatan, keamanan, hingga pemulangan (debarkasi) jamaah kembali ke Indonesia. Menurut Taufiq Erwin Haryadi, Kasubbag Pengelolaan Sistem Jaringan di Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (Ditjen PHU) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), ada tiga hal prior dalam sebuah penyelenggaraan ibadah haji, yakni pada saat pemberangkatan, pada saat wukuf di Arafah dan pada saat pemulangan kembali jamaah ke Indonesia.[7]
Sebagai contoh pada saat pemberangkatan, tidak adanya pesawat yang delay sehingga jamaah mendapatkan kepuasan tersendiri selama perjalanan menuju Jeddah. Kemudian pada saat wukuf di Arafah, semua pelayanan dari  mulai akomodasi, katering dan lainnya harus sesuai dengan keinginan dan pemahaman jamaah. Kemudian pada saat pemulangan, tidak ada jamaah yang tertinggal. Banyaknya masalah yang timbul adalah pada saat pelaksanaan wukuf di Arafah, antara lain seperti katering nasi mentah, kasus kriminalitas yang dialami jamaah haji saat di Jeddah, Mekkah dan Madinah, kemudian ada juga kasus jamaah haji yang tersesat di Madinah. Padahal hakikatnya para jamaah haji harus mendapatkan segala pelayanan yang ideal, yang sudah diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 7, yakni yang berisi tentang para jamaah haji berhak mendapatkan segala pelayanan yang memadai, mulai dari bimbingan manasik, akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan kesehatan, perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), hingga kenyamanan fasilitas selama jamaah haji ada di tanah air, Arab Saudi dan saat kepulangan kembali ke Indonesia.[8]
Setiap penyelenggaraan sebuah kegiatan, dibutuhkan sebuah sistem evaluasi. Evaluasi adalah sebuah proses penilaian[9],dimana terjadinya sebuah pengukuran terhadap efektifitas rencana dalam sebuah program yang pada hasil akhirnya akan dijadikan tolak ukur keberhasilan dan dijadikan rancangan atau standarisasi untuk melakukan sebuah kegiatan yang selanjutnya.
Begitu juga dengan penyelenggaraan ibadah haji, sangat membutuhkan sebuah sistem evaluasi untuk mencari penyebab dari berbagai masalah yang timbul dan mengatasi semua masalah yang timbul serta merancang sebuah gagasan atau solusi cemerlang agar pada saat penyelenggaraan ibadah haji selanjutnya bisa berlangsung dengan keadaan yang lebih baik dan ideal, sesuai dengan yang tertera dalam undang-undang penyelenggaraan ibadah haji yang dijadikan sebagai standarisasi penyelenggaraan ibadah haji yang semestinya.
Sebagai acuan, pada tahun 2008 mantan Menteri Agama RI telah membuat buku berjudul Reformasi Manajemen Haji yang didalamnya terdapat kajian tentang evaluasi penyelenggaraan haji dari awal dilaksanakan hingga tahun 2007. Di antara evaluasi yang dilakukan pada saat itu adalah memberikan layanan katering di Madinah agar sejak tiba di Madinah jamaah haji tidak perlu memikirkan penyiapan makan dan minum.[10]
Evaluasi pada penyelenggaraan ibadah haji ini mencakup berbagai aspek,antara lain dalam proses pendaftaran, pemberangkatan yang mencakup pelayanan transportasi, pelayanan akomodasi, pelayanan konsumsi, serta juga mencakup aspek pelayanan kesehatan, pelayanan jaminan keamanan sebagai WNI, jaminan keamanan sebagai warga negara Indonesia (WNI) dan juga termasuk evaluasi pada proses pemulangan jamaah haji kembali ke Indonesia.
Kejadian yang cukup mencengangkan pada musim haji tahun 2010 dan 2011 adalah banyaknya jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia, yakni mencapai angka lebih dari 400 jamaah dari jumlah keseluruhan total lebih kurang 200.000 jamaah haji Indonesia tiap tahunnya. Kasus meninggalnya jamaah haji tersebut diakibatkan oleh berbagai penyebab,seperti kesehatan jamaah yang tidak terprediksi pada saat pelaksanaan ibadah di tanah suci dan juga disebabkan faktor usia.
Berdasarkan berbagai uraian yang tertulis diatas, maka penulis telah membuat dan mengkaji sebuah penelitian berjudul “EVALUASI PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2011”.
B.     Pembatasan dan Perumusan Masalah
1.      Pembatasan Masalah
Penelitian ini difokuskan kepada proses penyelenggaraan haji oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang masih tidak luput oleh berbagai masalah seperti yang telah tertulis pada latar belakang masalah dan fokus di tahun 2010 dan 2011 agar data bersifat terkini dan adanya perbadingan antara PIH di tahun 2010 dan di tahun 2011 untuk mengetahui apakah ada peningkatan atau penurunan didalamnya. Penelitian ini difoukskan kepada sistem evaluasi untuk semua aspek yang ada dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010 dan 2011 untuk menemukan solusi bersama untuk dapat dijadikan acuan PIH ideal di tahun-tahun berikutnya.
Adapun informan untuk penelitian ini dikhususkan kepada Direktorat Pelayanan Haji, Direktorat Pengelolaan Dana Haji dan Direktorat Perencanaan dan Keuangan Direktorart Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia.
2.      Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah-masalah pokok yang akan dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Bagaimanakah gambaran umum penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada tahun 2010 dan 2011?
b.      Bagaimana evaluasi penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2010 dan 2011 yang dilakukan oleh Ditjen PHU Kemenag RI?
c.       Bagaimana perbandingan pelaksanaan PIH antara tahun 2010 dan 2011?
C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan pokok masalah yang penulis paparkan diatas,maka ada beberapa tujuan yang penulis ingin capai,antara lain:
a.       Untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan ibadah haji oleh Kemenag RI pada tahun 2010 dan 2011.
b.      Untuk mengetahui bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Kemenag RI pada tahun 2010 dan 2011.
c.        Untuk mengetahui perbandingan deskripsi penyelenggaraan dan hasil evaluasi dari PIHI tahun 2010 dan 2011.
2.      Manfaat Penelitian
a.       Teoritis, yaitu penelitian ini diharapkan bisa menjadi khazanah keilmuan manajemen dakwah dalam lingkup manajemen haji oleh Kemenag RI dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam berbagai penulisan karya ilmiah.
b.      Akademis, yaitu penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan dapat berguna bagi pengembangan pengetahuan mengenai penyelenggaraan ibadah haji yang ideal.
c.       Praktisi/Masyarakat, yaitu memberikan gambaran dan informasi kepada masyarakat umum khususnya pada mahasiswa Manajemen Dakwah bagaimana bentuk monitoring dan  evaluasi yang digunakan oleh Kemenag RI untuk semua aspek dalam PIH.
d.      Sebagai prasyarat akhir untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (S1) dalam bidang Manajemen Dakwah
D.    Metodologi Penelitian
1.             Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah suatu teknik pengumpulan data yang menggunakan metode observasi partisipasi,peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan informan kunci yang menjadi subjek penelitian dan sumber informasi penelitian[11].
Penulis menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan suatu utaian mendalam tentang ucapan, tulisan dan tingkah laku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, organisasi tertentu dalam suatu konteks setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistic[12]. Dan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode studi kasus sebagai sub dari penelitian kualitatif,dimana studi kasus merupaka tipe pendekatan dalam penelitian yang menelaah satu kasus secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensif.
Oleh karena itu, pendekatan kualitatif ini dipilih oleh penulis berdasarkan tujuan penelitian yang ingin mendapatkan gambaran proses dari penyelenggaraan ibadah haji Indonesia dan mencari hasil dari evaluasi yang dilakukan Ditjen PHU Kemenag RI terhadap PIH tahun 2010 dan 2011.
Dimana untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini, penulis melakukan pengumpulan data yang diperlukan secara intensif dan kemudian menguraikan fakta-fakta yang terjadi secara alamiah  disertai pengujian kembali atas semua yang telah dikumpulkan.
2.    Jenis Penelitian
Ditinjau dari jenis penelitian, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif, data yang dikumpulkan berupa kata-kata,gambar dan bukan angka-angka. Data tersebut berasal dari penelitian langsung kepada objek dengan teknik wawancara langsung, catatan ilmiah dan dokumen resmi lainnya.
3.    Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dimulai sejak 30 Agustus tahun 2012 dan selesai pada 4 Oktober 2012, seiring dengan akan berjalannya proses PIH tahun 2012.
4.    Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini bertempat di Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), khususnya di bagian Kantor Tata Usaha Direktorat Pelayanan Haji dan di Kantor Tata Usaha Direktorat Pengelolaan Dana Haji Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Ditjen PHU).
5.    Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah narasumber dari Tata Usaha Pelayanan Haji  Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (Ditjen PHU) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Sedangkan objek yang diteliti adalah mengenai laporan hasil monitoring dan evaluasi PIH tahun 2010 dan 2011 yang dilakukan oleh lembaga terkait.

6.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif, yaitu berupa pengumpulan data dalam bentuk kata-kata dan pernyataan.
Dimana dalam pelaksanaannya, penulis melakukan teknik pengumpulan data melalui:
a.       Wawancara
Wawancara atau interview adalah percakapan atau tanya jawab antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan sebuah informasi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan wawancara tidak terstruktur, yakni wawancara yang tidak tertuju pada satu pedoman wawancara atau wawancara yang dilakukan bebas dimana penulis hanya menggunakan garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan[13].
Dimana dalam penelitian ini, penulis melakukan wawancara dengan garis besar permasalahan yang diteliti, yakni tentang evaluasi untuk semua aspek dalam proses PIH tahun 2010 dan 2011 yang dilakukan oleh Ditjen PHU Kemenag RI.


b.      Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti[14]. Teknik observasi pada awalnya dipergunakan dalam penelitian etnografi, yakni merupakan studi tentang kebudayaan suatu bangsa, dan tujuannya adalah untuk memahami suatu cara hidup dari pandangan orang-orang yang terlibat didalamnya.[15]
c.       Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen[16], seperti berupa data-data, arsip-arsip dan gambar-gambar ataupun bentuk lainnya. Dimana dalam kaidah metodologi penelitian, sumber data di bagi menjadi dua menurut cara perolehannya, yakni data primer (primary data) yang merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian perorangan, kelompok atau organisasi. Dan data sekunder (secondary data) yakni data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi atau tersedia melalui publikasi dan informasi yang dikeluarkan di berbagai organisasi atau perusahaan, termasuk majalah jurnal, khusus pasar modal, perbankan dan keuangan.[17]
E.     Tinjauan Pustaka
Pada penelitian ini, peneliti melakukan tinjauan pustaka dengan tujuan untuk meyankinkan bahwa penulisan skripsi ini bukan merupakan hasil plagiat dari skripsi sebelumnya. Selain itu dalam penelitian ini pun keabsahan teori yang tercantum dapat penulis pertanggung jawabkan, dan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya.
Berikut ini judul-judul skripsi yang dijadikan tinjauan pustaka :
1.      Strategi Pelayanan Prima Kementerian Agama Jakarta Selatan Pada Calon Jamaah Haji oleh Ahmad Muis mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah dengan NIM 106053001979, skripsi ini membahas tentang strategi pelayanan prima penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama Jakarta Selatan.
2.      Sistem Komputerisasi Haji Terpadu pada Kementerian Agama RI karya Mutmainnah dengan NIM 107053002256 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini membahas mengenai manajemen haji dengan aplikasi SISKOHAT dalam pendaftaran calon jamaah haji.
3.      Evaluasi Kinerja Karyawan PT. Asuransi Takaful Umum karya Muh. Akmal Am.K dengan NIM 101053022735 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi ini membantu penulis dalam pencarian tentang berbagai teori evaluasi.
Dari semua tinjauan pustaka yang tertulis diatas, telah jelas bahwa penulis belum menemukan judul dan bahasan penelitian serupa yang akan penulis teliti. Untuk itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2010 dan 2011”. Perbedaan dari judul yang penulis akan teliti dengan judul-judul tinjauan pustaka diatas adalah terletak pada pokok bahasan yang akan diteliti, penulis bermaksud melakukan fokus penelitian kepada bentuk monitoring dan evaluasi untuk semua aspek yang ada dalam proses PIH yang diselenggarakan secara reguler oleh Ditjen PHU Kemenag RI di tahun 2010 dan 2011 serta menganalisis perbandingan hasil PIH di kedua tahun tersebut.
F.     Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan penulisan, penelitian ini terdiri dari lima bab penulisan, yang perinciannya sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN, yang berisi tentang latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian yang berisi tentang pendekatan penelitian, subjek penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan prosedur penelitian yang terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, waktu dan lokasi penelitian dan pola analisa data. Kemudian juga tertulis tinjauan pustaka dan sistematika penulisan penelitian.
BAB II LANDASAN TEORITIS, yang berisi tentang teori yang digunakan sebagai acuan analisa hasil penelitian, yang terdiri dari teori evaluasi, pembahasan mengenai penyelenggaraan (actuating), dan pengertian serta ruang lingkup ibadah haji.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN, yang berisi tentang tinjauan umum yang terdiri dari profil sejarah singkat berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Organisasi, Visi dan Misi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), serta profil singkat tentang Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Ditjen PHU)
 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, yang berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri dari deskripsi tentang penyelenggaraan ibadah haji (PIH) tahun 2011 dan bentuk evaluasi terhadap PIH tahun 2011 yang dilakukan oleh Ditjen PHU Kemenag RI.
BAB V PENUTUP, yang berisi kesimpulan terkait penelitian ini dan saran-saran untuk lembaga terkait.



[1] M. Basyuni, Muhammad, Pidato Penerimaan Gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam Bidang Manajemen Dakwah berjudul Reformasi Manajemen Haji: Formula Pelayanan Prima Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji (Jakarta, 2008) hal. 16
[2] Drs. H. M. Shalahuddin Hamid, MA, Agenda Haji & Umrah, (Jakarta : Intimedia Cipta Nusantara, 2006) h. 11-12
[3] Prof. Dr. Zakiah Darajat, Haji Ibadah Yang Unik,  (Jakarta : Ruhama, 2000) Cet. VIII, h. 80
[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Isma'il
[5] M. Basyuni, Muhammad, Reformasi Manajemen Haji (Jakarta, FDK Press, 2008) hal. 18-19
[6] M. Basyuni, Muhammad, Reformasi Manajemen Haji (Jakarta, FDK Press, 2008) hal. 51-52
[7] Wawancara langsung dengan Bapak Taufiq Erwin Haryadi.
[8] Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, Bab III, pasal 7.
[9] Dan B Curtis; James J. Floyd; Jerry L. Winsor, Komunikasi Bisnis dan Profesional. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996) h. 414
[10] Muhammad M. Basyuni, Reformasi Manajemen Haji (Jakarta: FDK Press, 2008) h. 165
[11] Elvinaro Ardianto, Metodolgi Penelitian Untuk Public Relations, Kualitatif dan Kuantitatif (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2010) h.58
[12] Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi (Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada, 2003) h. 213
[13] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: ALFABETA, 2008) hal.140
[14] Husaini Usman dan Purnomo Akbar Setiady, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003) h. 53
[15] Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003) h. 33
[16] Husaini Usman dan Purnomo Akbar Setiady, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003) h. 57
[17] Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), h.29-30

ABSTRAK, KATA PENGANTAR DAN DAFTAR ISI | SKRIPSI | ABDUS SOMAD | 108053000021 | EVALUASI PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2011


ABSTRAK

ABDUS SOMAD, NIM 108053000021
Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2010 dan 2011
Di bawah bimbingan : Drs. Hasanuddin Ibnu Hibban, MA

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang merupakan sebuah fenomena religius akbar yang terjadi setiap tahunnya. Sejak tahun 1949, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemberangkatan perdana jamaah haji Indonesia ke tanah suci. Namun dari tahun ke tahun masih mengalami berbagai macam hambatan teknis yang sampai tahun 2010 dan 2011 pun masih banyak tercatat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji (PIH).
Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Ditjen PHU) selaku satu-satunya pemegang tampuk kuasa pelaksana ibadah haji reguler, tentunya tidak hanya berpangku tangan dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Ada beberapa ketetapan atau standar pelaksanaan ibadah haji yang maksimal, hanya saja penerapan untuk tahun 2010 dan 2011 yang masih belum sepenuhnya baik.
Untuk itu penulis mengangkat penelitian tentang evaluasi penyelenggaraan ibadah haji dan difokuskan di tahun 2010 dan 2011, dengan maksud membuat perbandingan antara kedua tahun tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu sumber informasi yang bermanfaat untuk publik tentang alur evaluasi selama proses (PIH). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik wawancara dan pengambilan dokumentasi berupa data atau laporan tertulis.
Dari hasil penelitian penulis mendapatkan beberapa temuan, diantaranya mengetahui beberapa tahapan dalam pengelolaan PIH yang dilakukan oleh Ditjen PHU Kemenag RI dan juga gambaran semua aspek PIH serta langkah penanganannya oleh pemerintah pada tahun 2010 dan 2011 yang masih tak lepas dari beberapa hal klasik, serta mengetahui apa saja aspek yang dilakukan evaluasi secara spesifik oleh Ditjen PHU yang sudah diaplikasikan pada PIH tahun 2011 dan 2012 serta tahun-tahun berikutnya.

Kata kunci : Haji, Evaluasi, Pengawasan.



KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih tetap setia memberikan segala petunjuk menuju dunia yang diridhoi-Nya. Sholawat dan salam selalu dijunjungkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah dan akan selalu memberikan syafa’at kepada kaum Muslim dunia.
Alhamdulillah, empat tahun penulis berjuang melawan banyak godaan untuk menuntut ilmu dijalan Allah. Canda, tawa, suka dan duka selalu menjadi penyemangat jalannya hidup. Kini semua akan meninggalkan penulis namun akan menjadi sebuah goresan tinta kehidupan yang tak akan pernah penulis lupakan. Segala usaha dalam penyelesaian skripsi ini yang pada awalnya berjudul “Evaluasi Aspek Kesehatan Penyelenggaraan Haji oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI tahun 2011” namun karena keterbatasan data secara spesifik,maka penulis berinisiatif dan juga atas saran dari pihak terkait untuk membahasa secara luas tentang “Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh Direkotrat Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI tahun 2010 dan 2011”. Terima kasih penulis hanturkan kepada segenap pihak atas terselesaikannya skripsi ini,antara lain:
1.      Dr. Arief Subhan, MA selaku dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan para jajarannya, kepada Drs. Cecep Castrawijaya, MM selaku ketua jurusan Manajemen Dakwah dan kepada H. Mulkannasir, BA, S.Pd, MM, selak u sekretaris jurusan Manajemen Dakwah.
2.      Prof. Dr. Murodi,MA selaku penguji I dan Drs. Sugiharto, MA selaku penguji II yang telah memberikan banyak masukan untuk penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
3.      Drs. Hasanuddin Ibnu Hibban, MA selaku dosen pembimbing. Terima kasih juga atas semua ilmu yang telah bapak berikan.
4.      Segenap Bapak dan Ibu dosen Manajemen Dakwah 2008-2012, terima kasih atas segala ilmu yang telah diajarkan selama ini. Semoga masih akan terus bermanfaat untuk penulis dalam menghadapi dunia yang nyata.
5.      Kedua orang tua penulis, (alm) KH. Sabilar Rosyad dan Hj. Muhani. Kasih sayangmu tak dapat penulis ungkapkan melalui kata-kata dalam skripsi ini, tak terhitung berapa jumlah kalori yang kau bakar hanya untuk memberikan yang terbaik untuk penulis.
6.      Kakak, adik dan abang ipar penulis: Ummu Afifah, Halimatussa’diyah, Rosmaliah, Siti Anshoriyah, Rosianah dan Damanhuri yang selalu memberikan warna dalam kehidupan penulis. Tak lupa kepada kedua keponakan tersayang, Muhammad Afif Hadzami dan Ahmad Fathir Sabili, semoga Allah menjaga kalian semua dalam ridho-Nya.
7.      Staf Perpustakaan FIDKOM dan Perpustakaan Utama yang telah memberikan kemudahan dalam bertransaksi buku yang selama ini penulis butuhkan dan tentunya atas koneksi WiFi-nya yang selalu penulis gunakan.
8.      Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh selaku narasumber untuk penelitian ini, khususnya kepada Bapak Abdul Muhyi selaku Kasubbag Tata Usaha Pelayanan Haji dan jajarannya, kepada Bapak Abdurrazak Al Fakhir selaku Kasubbag Tata Usaha Direktorat Pengelola Dana Haji, dan kepada segenap staf dari Bagian Perencanaan dan Keuangan.
9.      Kawan-kawan senasib dan tersayang dari Manajemen Dakwah 2008 ; Dian, Sidiq, Tika, Anis, Dito, Reza, Andre, Ipin, Hilman, Ibnu, Abid, Husin, Niam, Fini serta teman-teman MD A dan B yang lainnya. Juga kepada teman-teman Manajemen Dakwah UIN Suska Riau yang terus memberikan semangat kepada penulis, khususnya kepada Pipir Romadi dan Andrika Saputra. Serta tak lupa kepada teman-teman seperjuangan; Marisa, Nazhofah, Riri dan Fathur.
10.  Adik-adik kelas di FIDKOM UIN Jakarta,khususnya kepada adik-adik kelas di Manajemen Dakwah dan Manajemen Haji Umroh; Ajeng, Yudho, Yudi, Wahyu dan lainnya. Terima kasih selama ini kita telah berbagi segala apa yang kita ketahui. Semoga kalian segera lulus memuaskan.
11.  Segenap kawan-kawan dari : Himpunan Mahasiswa Islam, BEM Manajemen Dakwah, Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi, Forum Komunikasi Mahasiswa Manajemen Dakwah se-Indonesia, Sekolah Politik Kerakyatan Komunitas Indonesia Baru (SPK KIBAR) dan rekan-rekan Britzone English Club.
Jakarta, 07 Januari 2013

Penulis
DAFTAR ISI
ABSTRAK ……………………………………………………………………..  i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………  ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………..  v
BAB I.                        PENDAHULUAN ……………………………………………..  1

A.    Latar Belakang Masalah ……………………………………. 1
B.     Pembatasan dan Perumusan Masalah ………………………  7
C.     Tujuan dan Manfaat Penelitian …………………………….. 8
D.    Metodologi Penelitian ……………………………………… 9
E.     Tinjauan Pustaka …………………………………………… 13
F.      Sistematika Penulisan ……………………………………… 15
BAB II.           LANDASAN TEORITIS ……………………………………..  17

A.    Teori Evaluasi ……………………………………………… 17
1.      Pengertian Evaluasi ……………………………………. 17
2.      Proses Evaluasi ………………………………………… 19
3.      Desain Evaluasi ………………………………………... 20
B.     Penyelenggaraan / Pelaksanaan (Actuating) ……………….. 21
1.      Pengertian dan Dasar Hukum Pelaksanaan ……………. 21
2.      Elemen Pelaksanaan …………………………………… 22
3.      Langkah-Langkah Pelaksanaan ………………………... 24
C.     Ruang Lingkup Ibadah Haji ……………………………….. 24
1.      Pengertian, Macam, Syarat, Rukun, Wajib dan Sunnah Haji ………………………………………………………..… 24
2.      Larangan Selama Ibadah Haji dan Denda (Dam) ….….. 29
3.      Unsur-Unsur Penyelenggaran Ibadah Haji ……………. 31
BAB III.         TINJAUAN UMUM DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA …………………………………………….…….. 34

A.    Sejarah Singkat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Ditjen PHU) ……..………………………………… 34
1.      Penyelenggaraan Haji Pasca-Kemerdekaan ……………. 34
2.      Penyelenggaraan Haji Masa Orde Baru ………............. 35
3.      Penyelenggaraan Haji Pasca-Orde Baru ……………….. 37
B.     Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Ditjen PHU) …………………………………………...…………………. 38
BAB IV.         HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………………. 45

A.    Deskripsi Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) Indonesa Tahun 2010 ………………………………………………………… 45
B.     Deskripsi Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) Indonesia Tahun 2011 ……………………………………………………….. 48
1.      Kuota Haji 2011 ………………………………………. 48
2.      Pemberangkatan (Embarkasi) dan Transportasi Udara .. 50
3.      Pemondokan ………………………………………….... 51
4.      Katering Haji ………………………………………….. 52
5.      Transportasi Darat (Armada Bis) ……………………... 53
6.      Kesehatan ……………………………………………… 53
7.      Keamanan dan Perlindungan Jamaah Haji ……………. 54
8.      Pemulangan (Debarkasi) ………………………………. 54
C.     Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh Direktorat Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2010 dan 2011 ………………… 55
1.      Sosialisasi Pendaftaran ………………………………... 60
2.      Pemberangkatan (Embarkasi) dan Transportasi Darat ... 62
3.      Keamanan dan Perlindungan Jamaah Haji ……………. 63
4.      Katering Haji ………………………………………….. 64
5.      Pemulangan (Debarkasi) ………………………………. 65
6.      Dana Abadi Umat (DAU) ……………………………… 65
D.    Analisis …………………………………………………….. 67
BAB V.           PENUTUP …………………………………………………….. 71

A.    Kesimpulan ………………………………………………… 71
B.     Saran-Saran ………………………………………………... 73
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

COVER, LEMBAR PERNYATAAN DAN LEMBAR DEDIKASI | SKRIPSI | ABDUS SOMAD | 108053000021 | EVALUASI PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2011

EVALUASI PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH (DITJEN PHU)
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2010-2011

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar
Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)



















Oleh :
ABDUS SOMAD
NIM : 108053000021



                                                                                        






PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1434 H/ 2013 M

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

EVALUASI PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI OLEH DIREKTORAT JENDERAL PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMROH (DITJEN PHU)
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2010 - 2011

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar
Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)








Oleh:
Abdus Somad
NIM : 108053000021







Dibawah Bimbingan




Drs. Hasanuddin Ibnu Hibban, MA
NIP : 19660651994031005








PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1434 M/ 2013 H

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan  bahwa :
1.             Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar sarjana Strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2.             Semua sumber yang saya gunakan dalam skripsi ini telah dicantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
3.             Jika kemudian hari terbukti bahwa karya ilmiah ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Jakarta, 07 Januari 2012



Abdus Somad

------------------------------------------------------------------------------------------------------------




















“This minithesis is dedicated to my beloved family,The Big Family of (dcsd) KH. Sabilar Rosyad. May Allah will always by our side and will always show us the rigth way to be apart of the right path”

Monday, February 18, 2013

BritZone English Club

BritZone Official Logo

     Indonesia, salah satu negara di dunia yang masih sering bermasalah dengan pendidikan warganya. Tak terkecuali pendidikan tentang sastra bahasa, khususnya Bahasa Inggris yang sudah menjadi bahasa internasional. Saya sangat kagum dan masih belum mengerti betul mengapa bisa bahasa Inggris menjadi sebegitu mendunianya.
     Tak dipungkiri lagi, kita sangat membutuhkan kecakapan dan kekayaan kosa kata bahasa Inggris di tengah berbagai kemajuan aspek kehidupan di dunia. Indonesia yang memang bukan hasil dari tangan orang Inggris juga sepatutnya menguasai bahasa tersebut supaya bangsa Indonesia tidak tertinggal oleh negara lain dalam hal kemodernan gaya hidup yang positif.
     Seakan menjadi hal yang tabu, bahasa Inggris sangat sulit mendapatkan wadah untuk mengekspresikannya secara bebas. Bukan berarti tidak didukung oleh lingkungan setempat, hanya di wilayah-wilayah tertentu masih banyak orang-orang tua yang menganggap bahasa Inggris adalah bahasa yang "tinggi" dan tidak pantas untuk menjadi bahasa utama dalam kehidupan bermasyarakat.
 Memang, bukan bermaksud menghilangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, akan tetapi seperti yang sudah tersebut di atas bahwa semua warga dunia butuh bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi yang efektif jika sedang berada di berbagai penjuru negeri, terutama bagi kaum pelajar dan pebisnis yang melebarkan sayapnya menuju kancah internasional.
     Masih rendahnya sistem kurikulum bahasa Inggris di berbagai sekolah, menjadi salah satu penyebab mengapa masyarakat Indonesia masih banyak yang asing dengan percakapan bahasa Inggris. Yang terjadi di berbagai sekolah adalah sejak duduk di sekolah dasar, kurikulum yang diajarkan sangat sempit dan hanya pengulangan di jenjang-jenjang setelahnya, di SMP, SMA bahkan hingga bangku perkuliahan di jurusan yang tidak fokus ke minat bahasa. Di pendidikan formal biasanya hanya mengajarkan berbagai rumus-rumus  seperti simple present tense, simple past tense, present continuous tense, present perfect tense, present future tense dan tenses lainnya. Pengenalan dini terhadap bahasa Inggris sangat dibutuhkan sebaga pendamping kurikulum yang diberikan dari sekolah, seperti pengenalan terhadap percakapan tingkat lanjut, penggunaan dalam lingkup bisnis dan yang terpenting adalah melatih keberanian berbicara bahasa Inggris di depan umum atau lebih dikenal dengan istilah public speaking. Hal ini lah yang jarang ditemukan di berbagai sekolah umum, sehingga siswa menjadi kurang percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris di depan umum setelah terjun ke dunia yang sebenarnya. Merasa malu, salah penggunaan kata, salah penggunaan tenses dan perasaan lainnya yag bisa timbul.
     Padahal, selain berfungsi sebagai penyambung maksud tertentu antara dua orang, bahasa Inggris juga kerap digunakan dalam berbagai teknologi terkini. Jika masyarakat Indonesia tidak mengerti apa yang diinginkan oleh teknologi, maka saat itu juga lah masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang tertinggal teknologi. Komputer, televisi, handphone, alat dapur dan perangkat lainnya yang menggunakan bahasa Inggris dan mereka adalah penyokong hidup manusia di masa kini.
     Untuk itulah diperlukan sebuah wadah khusus dimana orang-orang bisa mengungkapkan apa yang mereka ingin ungkapkan tentang dan dalam bahasa Inggris, yang seperti kita tahu bahwa masih jarang komunitas-komunitas yang mengusung misi tersebut. Bahkan sekelas tempat-tempat kursus ternama pun belum mampu melahirkan generasi yang berani melakukan public speaking, hanya memberikan teori-teori yang sepadannya sudah didapatkan oleh anggotanya di bangku sekolah.
     Dan beruntungnya, sudah sekian tahun Indonesia, khususnya Jakarta telah tersedia satu wadah ekslusif untuk melatih keberanian ber-public speaking, bukan hanya memberikan teori. Mau tahu?
     Yap, BritZone English Club. Didirikan pada tahun 2003 yang merupakan (bisa dibilang) penerus dari British Council, BritZone menjadi salah satu tempat paling efektif untuk melatih dan mengasah kemampuan public speaking bagi mereka yang tertarik. Terletak di kawasan strategis Sudirman (Kementerian Pendidikan dan Budaya, Senayan) yang memudahkannya untuk ditemukan, persisnya ada di Perpustakaan Kemendikbud Lantai 1 Gedung A. Tidak dipungut biaya sepeserpun, namun karena ia adalah lembaga independen tanpa sokongan dana dari pemerintah, maka di setiap akhir sesinya akan ada BZ BOX yang senantiasa berkeliling anggota untuk menyumbangkan donasi sukarelanya sebagai penyokong berjalannya berbagai aktifitas di BritZone.
Newcomer, please introduce yourself!
(Suasana saat kelas di luar ruangan)
     BritZone memiliki 3 jadwal dalam seminggu, adalah setiap Selasa dan Rabu jam 6.30 s/d 8 malam dan pada hari Sabtu jam 11 s/d 1 siang. Suasana kelas yang ramai, hangat dan interaktif serta didukung oleh berbagai topik yang menarik, menjadi penambah semangat dalam ikut serta berbicara. Setiap topiknya akan dipandu oleh seorang fasilitator yang disebut sebagai conductor, yang akan membicarakan hal-hal yang umum dan yang unik kepada para anggota.
You-know-who, as the conductor


   Menjadi fasilitator bukanlah sebuah kewajiban, hanya sebuah pilihan. Menjadi conductor akan otomatis terus mengasah kemampuan dan keberanian kita berbicara bahasa Inggris didepan khalayak ramai. Sangat disayangkan jika anggota yang mahir berbicara bahasa Inggris, bersifat interaktif, sudah bergabung disini namun tidak mengaplikasikannya di BritZone sebagai conductor, sekalian juga saling berbagi ilmu kepada anggota yang notabene juga berasal dari berbagai elemen masyarakat; siswa, mahasiswa, karyawan, pegawai negeri, ibu rumah tangga dan lain sebagainya.
You-know-who, as the conductor

     Bukan hanya kelas interaktif di tiap minggunya, juga jika ada kesempatan BrtiZoners (sebutan untuk anggota BritZone) akan melakukan outing trip ke wilayah tertentu selama beberapa hari, menambah keakraban dari setiap anggotanya (sayang, saya belum pernah ikut outing).
     
Peta strategis BritZone English Club
(Kotak kuning pada peta)
 Jadi, tunggu apa lagi? Segeralah bergabung dengan kami disini, kita belajar dan berbagi bersama tentang apa yang kita pahami tentang bahasa Inggris. Dijamin tidak akan menyesal :). Kami tunggu di setiap Selasa, Rabu dan Sabtu di jam-jam tersebut di atas ya, di tempat yang sama tentunya :)

 Tertarik? Bisa datang langsung aja ke Perpustakaan Kemendikbud Senayan!

*(sumber : Rina Kurniawati, BritZone Facebook Group | 2013)


BRITZONE ARE : FRIENDLY AND WELCOMING - COZY - INTERACTIVE - INSPIRING


Facebook group :  BritZone
Twitter : @BritzoneID
And find out more here : BritZone English Club

Tags : English Club Jakarta, Public Speaking, Improve Speaking Skill, Free English Club.

Monday, April 23, 2012

Penerimaan Siswa/i Baru Angkatan 7 SPK KIBAR

Telah dibuka penerimaan siswa/i baru Angkatan 7 Sekolah Politik Kerakyatan Komunitas Indonesia Baru. Persyaratan:
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Usia maksimal 23 tahun dan belum menikah
  3. Minimal lulusan SMU atau sederajat
  4. Menyerahkan berkas:
    • Fotokopi KTP/KTM/Kartu Pelajar : 2 lembar
    • Fotokopi STTB SMU atau sederajat : 2 lembar
    • Fotokopi nilai raport SMU atau sederajat : 2 lembar
    • Fotokopi IPK Terakhir : 2 lembar
    • Foto berwarna ukuran 3x4 dan 4x6 : 2 lembar
  5. Ijazah SMU minimal nilai rata-rata 7,00
  6. IPK minimal 2,70 untuk Ilmu Sosial dan 2,50 untuk Ilmu Sains
  7. Penguasaan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya merupakan nilai tambah
Syarat kelulusan:
  1. Tes menulis
  2. Tes pengetahuan umum
  3. Tes Bahasa Inggris
  4. Tes wawancara
  5. Psikotest
Jadwal penerimaan siswa/i baru:
  1. Pendaftaran dari tanggal 16 April s/d 14 Mei 2012
  2. Tes masuk tanggal 19-20 Mei 2012
  3. Pengumuman kelulusan tanggal 26 Mei 2012
  4. Orientasi dan Outbond tanggal 31 Mei-3 Juni 2012
Proses belajar mengajar:
  1. Orientasi dan Outbond selama 4 hari 3 malam, materi jungle survival
  2. Kelas reguler tatap muka dengan pembimbing dan bimbingan akademik seminggu sekali  dalam 6 bulan masa belajar
  3. Kelas di alam terbuka selama 2 hari 1 malam, dilaksanakan 2 kali dalam 6 bulan masa belajar
  4. Praktek Kerja Lapangan selama 3 hari 2 malam, dilaksanakan 2 kali dalam 6 bulan masa belajar
  5. Studium Generale dengan tokoh masyarakat
  6. Gala Apresiasi Seni (GARASI)
  7. Program dialog dan diskusi interaktif Majelis Reboan
  8. Kegiatan ekstrakurikuler futsal, badminton dan lain-lain
  9. Program magang bagi alumni di DPR RI dan institusi terkait lainnya
Alamat Pendaftaran:
Jalan Pejaten Raya Komplek Depdikbud Blok A5 No.4 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510
CP: Mulla (085714487052), Rizki (087781280627), Yuri (085784725615)
Twitter: @SPK_KIBAR