Tuesday, March 11, 2014

How To Identify and Develop Softskills

How To Identify and Develop Softskills
(PPM MEET AND GREET BERSAMA BRIAN APRINTO, SPHR DAN FONNY ARISANDY JACOB)
PPM Manajemen – Kamis, 06 Maret 2014

A
nda pasti sudah tak asing lagi dengan istilah softskill dan hardskill, apalagi bagi Anda yang sudah pernah memasuki dunia profesional kerja. Apakah Anda mengetahui dengan pasti softskill dan hardskill apa yang Anda miliki? Apakah Anda tahu bagaimana mengembangkan hal-hal tersebut dalam diri Anda? Berikut sedikit pembahasan singkat yang penulis kutip dari pertemuan dengan penulis buku “Pedoman Lengkap Softskills : Kunci Sukses dalam Karir, Bisnis dan Kehidupan Pribadi”, Brian Aprinto, SPHR, dan juga melalui sumber tertulis tambahan, buku berjudul Organizational Culture karangan Edgar H. Schein.

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diingat bahwa kedua hal tersebut adalah saling berkaitan dan menyokong satu sama lain. hardskill berupa kemampuan yang Anda miliki dalam diri ada secara personal yang bersifat tangible oleh orang lain dan berasal dari lingkungan luar. Contohnya adalah kemampuan bahasa asing, operasional, pemasaran dan lain-lain. Sedangkan softskill lebih kepada kemampuan-kemampuan yang bersifat intangible yang sudah tertanam dalam diri dan bisa mempengaruhi kualitas hardskill pada penerapannya. Seperti kemampuan menyeimbangkan emosi, keramahan, komunikasi, public speaking dan lain-lain. Kemampuan mengelola softskill lah yang sering sekali dijadikan fokus utama dalam sebuah perbincangan, baik formal maupun non-formal.

Sejauh mana softskill bisa mempengaruhi kualitas output dari hardskil? Tentunya tidak bisa diukur secara persis, karena hal-hal tersebut berasal dari dalam diri dan biasanya muncul secara tidak diharapkan serta pada waktu yang tidak tepat. Misalnya emosi yang tidak stabil saat berpartisipasi dalam rapat penting, tentunya seseorang mengharapkan tampil dengan optimal dan maksimal pada keadaan penting seperti itu, namun karena emosinya sedang tidak stabil, bisa memungkinkan munculnya perilaku atau kata-kata yang kurang berkenan atau lain sebagainya.

Lalu, apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola softskill? Seseorang perlu memperhatikan 5 hal yang saling berkaitan dalam mengasah softskill yang dimiliki, antara lain :


1.      Professional values, merupakan nilai-nilai yang harus dikembangkan oleh seseorang untuk membentuk atau mengasah softskill, dan dijadikan nilai jual atau added value untuk menghadapi persaingan global. Nilai-nilai tersebut adalah pelayanan, rendah hati dan integritas. Nilai pelayanan merupakan sebuah makna dari besaran kontribusi diri dalam sebuah pekerjaan, juga termasuk totalitas dalam bekerja. Jika seseorang bekerja dengan kontribusi penuh dan dengan totalitas yang tinggi, maka secara otomatis akan menambah nilai jual di lingkungan sekitarnya. Nilai yang kedua adalah rendah hati, nilai ini bisa menjadi kekuatan tersendiri dalam mencapai apa yang kita inginkan, selama masih dalam cara yang positif. Dengan kita berendah hati, orang di sekitar akan merasa tidak segan untuk menjalin komunikasi dan pertemanan, dengan banyaknya jaringan yang kita miliki, makin mudah juga untuk meraih kesuksesan. Nilai yang terakhir adalah integritas, nilai ini dibangun dengan menggabungkan kompetensi dan komitmen, yang pada nantinya juga akan turut membangun karakter diri. Jika memiliki kompetensi namun tidak komitmen atau loyal terhadap tempat bekerja, belum dinamakan integritas. Namun jika memiliki keduanya, maka akan tercipta satu kesatuan antara diri dengan perusahaan yang nantinya akan dengan mudah mencapai tujuan bersama.

Membangun sebuah integritas bisa dilakukan dengan beberapa hal; pertama dengan menciptakan suatu kesepakatan bersama, baik dalam berkomunikasi ataupun dalam standar keberhasilan sebuah pekerjaan. Kedua, dengan menciptakan sebuah batasa kerja antara Anda dengan orang sekitar, sehingga memiliki batasan yang jelas dalam pekerjaan. Ketiga, jika Anda seorang pimpinan dalam organisasi, maka harus jelas pembagian wewenang agar tidak menimbulkan komando yang bertabrakan antara Anda sebagai pimpinan dan dengan rekan Anda yang menjadi pimpinan lebih rendah di bawah Anda. Keempat, menciptakan rules for relationship yang tujuannya untuk menciptakan sebuah keintiman dari masing-masing anggota tim kerja. Kelima, dari sistem aturan yang dibuat dan sudah menciptakan sebuah rasa kebersamaan, bisa dilanjutkan dengan membuat sebuah sistem reward and punishment, jadi bisa jelas siapa yang bisa mendapatkan lebih dan siapa yang akan mendapatkan konsekuensi dari apa yang masing-masing anggota tim kerjakan tanpa menimbulkan rasa bersalah karena masing-masing anggota tim sudah mengerti dan menyetujui aturan yang telah disepakati. Keenam adalah menyusun sebuah tindakan pencegahan dan penanggulangan untuk sesuatu yang tidak diharapkan atau direncanakan terjadi, misalnya jika terjadi bencana alam, anjloknya situasi eksternal, dan lain-lain. (Schein : 2010)

2.      Principals of softskill, yang dimaksud dengan prinsip-prinsip softskill adalah mengenai sebuah “aturan baku” yang memang sudah secara tidak langsung sudah dipegang teguh oleh banyak orang. “Aturan” tersebut adalah antara lain :
a.       Menabur dan menuai (what you get is what you do)
b.      Menghargai orang lain untuk menciptakan keharmonisan.
c.       Welas asih atau memiliki rasa empati terhadap apa yang dialami oleh orang lain.

Ketiga hal tersebut harus dipegang teguh dan ditanamkan dengan baik dalam diri agar lebih bisa mengenal karakter dan softskill yang dimiliki, dan juga memberikan rasa kedamaian diri (secure) dalam mencapai tujuan karena merasa memiliki satu sama lain.

3.      Personal skills, merupakan kemampuan yang dimiliki dalam diri untuk menghadapi berbagai tantangan mencapai kesuksesan, yang pada nantinya akan memberikan self-development jika orang tersebut secara proaktif menggali apa yang ia miliki dalam diri. Personal skill di sini lebih ditekankan kepada stress management, learning skill yang cepat dan efektif, motivasi tinggi, dan yang terakhir adalah kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Dari keempat hal tersebut, yang kadang mengalami naik turun sesuai dengan kondisi internal dan eksternal diri adalah menyangkut motivasi. Lalu bagaimana menjaga motivasi agar tetap tinggi? Jawabannya adalah dengan meng-upgrade­ tujuan yang kita rancang dalam hidup, dengan berpikir lebih besar tentang mimpi atau keinginan yang ingin dicapai, membuat visi yang lebih spesifik dan menciptakan misi untuk mencapat visi tersebut. Hal yang paling penting dalam meng-upgrade motivasi adalah dengan bertindak (DO SOMETHING) agar menjadi pribadi yang lebih produktif.

4.      Interpersonal skill.


Personal
Public
Relation
Komunikasi dan membina hubungan
Keterampilan presentasi
Transaction
Teknik negosiasi
Teknik menjual
Tabel 1 : Kemampuan diri dan aplikasinya dalam hubungan dengan orang lain.

Dari tabel di atas, dijelaskan bahwa kemampuan diri yang berkaitan dengan orang lain adalah kemampuan berkomunikasi dan membina hubungan baik dengan orang lain, serta kemampuan presentasi yang tujuannya untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada para audiens. Dalam membentuk kemampuan presentasi ini, perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang mau dan mampu mendengarkan dan menerima pendapat dari kita, jadi kita sebagai seorang presenter harus bisa peka terhadap respon yang diberikan oleh audiens, baik secara verbal maupun nonbverbal. Reaksi non-verbal inilah yang jarang diketahui oleh seorang presenter, saat audiens menunjukkan rasa ketidakinginan untuk mendengar, maka ide atau gagasan yang kita sampaikan menjadi tidak efektif.



5.      Organizational skill, kemampuan ini dilakukan untuk menciptakan atau membangun nilai-nilai dasar dari organisasi, dan juga untuk membentuk satu kesatuan sehingga lebih mudah dalam mencapai tujuan bersama. Kemampuan organisasi meliputi berbagai hal yang tergambar dalam tabel di bawah ini :


Personal
Organization
Empower
Coaching
Leadership and team building
Creating values
Target planning and time management
Service building
Tabel 2 : Nilai-nilai yang harus dilakukan dalam mengembangkan organization skill.

Dari tabel di atas, kesemuanya dilakukan dengan tujuan melatih kemampuan bagaimana seseorang dalam mengelola sebuah kelompok atau organisasi, baik dalam scoop kecil maupun besar. Hal yang paling sering terlewatkan adalah dalam merancang target planning and time management. Kebiasaan seseorang dalam menunda pekerjaan, mengakibatkan menumpuknya tanggung jawab yang dibebankan oleh organisasi. Maka dari itu harus dibuatnya sebuah time management yang jelas, seperti yang paling mudah adalah dengan menyusun sebuah timeline kerja, sehingga setiap pekerjaan memiliki batas waktunya tersendiri sehingga lebih teratur dalam bekerja dan tidak merangsang tumbuhnya stres dalam bekerja.

Dari kesemua hal di atas, dalam membangun dan mengembangkan softskill, Anda harus terlebih dahulu memahami apa, siapa dan apa tujuan dari diri Anda, untuk bisa menggali kemampuan apa saja yang Anda milik, dan juga bisa memberi feedback kepada orang lain tentang kemampuan apa yang mereka miliki dan bisa diterapkan. Sehingga, dengan bisa memahami satu sama lain, nantinya akan mencapai tujuan bersama secara efektif dan eifisien.



Thursday, August 29, 2013

Sungai atau Tempat Pembuangan?

Kawasan Padat Penduduk, Menteng Raya, Jakarta Pusat.
     Dahulu, sungai dan manusia adalah dua hubungan yang saling membutuhkan dan menguntungkan satu sama lain. Banyak manfaat dari sungai, di antaranya adalah untuk pengairan, sumber air minum, sumber air bersih dan manfaat lainnya.

     Namun, sekarang keadaan sudah berbalik, dari yang semula menguntungkan menjadi sangat merugikan. Sungai menjadi salah satu tempat alternatif untuk membuang sampah rumah tangga dan limbah pabrik. Bukan hanya itu, yang membuat air sungai di ibukota sudah tak layak untuk dikonsumsi lagi adalah para penduduk bantaran yang dengan senang hati menjadikan sungai sebagai toilet umum. Sungguh, sangat sesuatu yang sangat tidak sedap dipandang mata maupun untuk dibayangkan, bukan?

     Apa yang terjadi? Sungai mulai berwarna gelap, bau tak sedap dan juga banyak penyakit yang diidap. Manusia kini tak bisa lagi mendapatkan manfaat dari sungai, khususnya sungai-sungai di ibukota yang sarat akan hiruk pikuk dan kepadatan kota.

     Penyakit luar dan dalam, kondisi tak nyaman di bantaran sungai, serta menimbulkan bencana banjir pun tak tertahan lagi, namun manusia pun justru tak henti menambah buruk kondisi tersebut. Mimpi pemerintah menciptakan sarana transportasi air pun seakan sirna dan tenggelam, terkubur bersama tumpukan sampah sungai.

     Di manakah akal sehat manusia? Masihkah ada hati untuk menjaga sungai? Maukah manusia berbaikan dengan sungai? Maukah manusia kembali menjalin hubungan baik dengan sungai? Mulailah dari diri sendiri, hilangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan, berbagi dengan mereka yang tidak tahu untuk menciptakan harmoni alam yang sesungguhnya.

Karet Semanggi,
29 Agustus 2013 M / 22 Syawal 1434 H.

Thursday, August 15, 2013

Ada Apa Saja di Rumah? (Edisi Berkebun)

     Gambar pertama ini menunjukkan gambar berwarna dominan hijau dan coklat. Ya, mereka adalah tanah dan tanaman, dua hal yang pada lazimnya saling berhubungan satu sama lain. Lebih tepatnya, gambar di samping adalah gambar dari tanaman cabe rawit (Capsicum annuum). Biasa lah ya, di rumah-rumah tuh kalo yang senang tanam apapun, biasanya sering dijumpai tanaman cabe. Apalagi yang di rumahnya masih ada emak-emak, paling seneng deh mereka nebar cabe-cabe yang udah busuk ke dalam pot tanaman, walaupun di pot tersebut udah ada "penghuni"-nya.
     Nah kalo udah tumbuh, mereka bakal bergerombol, bukan karena mereka pengecut, tapi karena memang di dalam satu buah cabe itu mengandung banyak biji-biji yang tipis dan rapuh (halah). Tapi kalo sudah terkena seleksi alam, entah itu karena hama, pembusukan akar, tersaing nutrisi atau sebab lainnya, pasti deh yang bertahan hidup sampai berbuah banyak cuma bisa dihitung jari tangan, entah itu 1, 2, 3 atau 4 tanaman yang sukses.
     Nah, baru tau juga nih belakangan ini kalo tingkat kepedasan itu ada juga ukuran/satuannya, namanya Scoville Scale, nah berdasarkan penelitian dari para peneliti rasa pedas, cabe rawit ini memiliki tingkat kepedasan 50000-100000 Scoville scale, atau lebih mudahnya adalah tingkat 4 dari skala 5, dari bentuknya yang sekecil itu. Wow banget gak sih, wajar lah ya kalo ada ungkapan "kecil-kecil cabe rawit".

      Nah, kalo yang satu ini gak tau nih ini namanya tanaman apa, tapi kata tetangga sih nanti tanaman itu bisa berbunga bagus. Iya memang ini tanaman yang dikasih sama tetangga, dan cuma tinggal plug&play a.k.a "Potek&Colok" tanaman ini bisa langsung tumbuh subur. Punya firasat juga sih ini kayanya tanaman yang sejenis liar, bisa dilihat dari cara berkembang biaknya yang semudah itu. *gila ya, cari kerja aja susah, eh ini tanaman gampang banget beranak pinak*.
     Dilihat dari tekstur dan bentuk daunnya, agak-agak mirip dikit sama daun tanaman wortel ya, tapi ini agak lebih kasar aja dikit. Penasaran? Sama, gue juga. Lihat nanti aja deh ya kalo tanaman ini sudah berbunga dengan indahnya. Mari kita angkat tangan kita, kita bermunajat kepada-Nya agar tanaman ini segera diberikan hidayah untuk segera berbunga secepatnya. Al-Faatihah..... *berdoa* #amin.

      Untuk gambar di samping ini, mostly people already have known about it. Yes, it's four o'clock flower, alias bunga pukul empat (Mirabilis jalapa). Tanaman ini bisa berfungsi sebagai tanaman pagar/tanaman hias, nah tapi harus tetap dipantau ya, karena penyebaran bijinya yang sangat mudah dan cepat, bisa-bisa malah jadi gulma bagi tanaman lainnya loh. Tanaman ini dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan luka/jerawat pada wajah menggunakan tepung yang terkandung dalam bijinya. *and it works, I've tried it*. Bunganya memiliki aroma yang sangat harum, terutama sekitar jam 5-9 pm, saat bunga itu lagi sedang mekar-mekarnya. 
     Hal yang sekiranya mengesankan tentang tanaman ini adalah pertahanan hidupnya, you know what? Gambar yang ada di samping itu adalah tanaman yang sudah berusia bertahun-tahun +/- 3 tahun. Rahasianya adalah sesuatu yang berbentuk umbi pada akarnya, nah kalo tanaman ini tumbuh di tanah yang sudah agak mengeras dan kita ingin mencabutnya, lalu kemudian kita mencabutnya hanya dari pangkal tanamannya, maka tanaman itu akan meninggalkan umbinya yang di kemudian hari umbi tersebut akan kembali memunculkan tunasnya.

     You know the picture on the left side? Kalo gak tau, ini nama umumnya Samurai Spider. Nah gue baru tau ini sebutannya sebagai Samurai Spider pas nonton tayangan di National Geographic Channel, lupa nama acaranya apa, pokoknya pas di sesi itu tayangan tentang sumo laba-laba di Jepang, nah karena di Jepang terkenal dengan samurai dan adegan persumoan laba-laba itu mirip dengan adegan perkelahian samurai, maka dinamai lah jadi Samurai Spider.
     Laba-laba ini adalah jenis laba-laba yang menenun jaring berbentuk spiral, dan untuk jenis ini mereka menenun jaring tambahan di tengah jaring utama, disebut sebagai stabilimenta, yang berfungsi untuk kamuflase terhadap mangsa. Fungsi pertama supaya si laba-laba kelihatan lebih besar, dan fungsi kedua untuk memantulkan cahaya kepada predator, karena stabilimenta itu akan sedikit memantulkan cahaya bagi mata yang peka, seperti burung. Makanannya ya kaya laba-laba pada umumnya, yakni serangga. Umumnya lalat, kupu-kupu, capung, dll. Tapi tak jarang juga gue kasih kecoa, yaaah itung-itung membasmi serangga dengan cara alami atau organik tanpa pestisida *tsaaah*.

     Tau gak buah apa ini? Kasih petunjuk deh, rasanya asem, bentuknya mirip jeruk yang udah dikupas, tapi sekilas mirip anggur ijo. Nyerah? Iya deeeh, ini namanya buah cerme (Phyllanthus acidus).
     Tanaman ini jenis tanaman perdu. Daun dan bunganya bentuk majemuk, atau satu tangkai terdiri dari banyak daun dan bunga. Buahnya itu rasanya asem banget, lebih asem dari bau keringet deh, asli. Tapi yang ini asemnya seger, sering dibuat jadi manisan dan rujak tumbuk. Manisan cerme sering dijumpai saat lebaran tiba, karena juga kebetulan pohon cerme yang ada di rumah ini berbuahnya selalu menjelang lebaran, tau aja kalo bakalan dibikin jadi manisan. Nah kalo daunnya dipercaya berkhasiat untuk menurunkan panas demam, diolah menjadi bubur daun yang disebut sebagai boreh. Nah boreh ini baunya gak kalah asem sama buahnya, tapi terasa hangat pas dibalurin ke jidat atau bagian tubuh lainnya saat terserang penyakit panas demam.
     FYI, pohon cerme yang ada di rumah ini usianya sudah belasan tahun loh, sebenernya ini pohon punya bibi gue yang sudah meninggal, pemberian dari temannya yang notabene adalah kepala sekolah gue waktu di madrasah ibtidaiyah. Menurut cerita sih, waktu pohon itu masih kecil sering banget digangguin sama kambing, terus jadi dehh dipakein karpet biar gak dimakanin lagi. Alhamdulillah ini pohon awet banget sampe sekarang, yaaa walaupun kadang bikin banyak kerjaan kalo lagi musim berbuah gini, banyak banget daun-daun yang meranggas a.k.a berguguran. Sapu sana, sapu sini.

     Nah, kalo yang satu ini, ini adalah anak tanaman bunga rosela (Hibiscus sabdariffa) yang terkenal itu loh. Dikasih sama tetangga pas masih jadi biji yang masih ada di dalem bunganya yang kering, dan yang selamat tingga 4 potong aja. Sejak ditanam pada pertengahan Ramadhan 1434 H, tanaman ini sekarang sudah mencapai tinggi +/- 15 cm.
     FYI, rosela ini bunga berwarna merah yang sering diseduh sebagai teh, pengganti daun teh pada umumnya. Belum pernah nyoba juga rasanya kaya gimana, tapi sih katanya rasanya seger-seger gitu. Berkhasiat sebagai anti-oksidan yang bisa melawan berbagai penyakit, dan juga berbagai khasiat lainnya yang kalian bisa lihat di berbagai sumber.

     Daaaan, yang satu ini adalah? Tau dong ini daun apa? Yap, ini daun seledri (Apium graveolens). Sering liat kan? Pastinya! Nah kalo lagi beli bakso atau bubur ayam pasti nemuin daun ini deh. Daun seledri punya aroma yang khas dan kuat, mengandung vitamin A yang tinggi, sekitar 8% dari 100 gram (sumber : USDA in http://ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/show/2899?qlookup=11143&max=25&man=&lfacet=&new=1).
     Di rumah sering sih tanem seledri, pernah berhasil beberapa kali tapi ya gitu deh, mandek di tengah jalan. Tiba-tiba busuk aja pangkal tanamannya. Nah sekarang ini Insya Allah berhasil sampai dapat bibit yang diharapkan, buat memperbanyak tanaman dengan cara generatif. Kalo vegetatifnya sih gampang, beli aja satu ikat seledri di tukang sayur, potong bagian yang masih berakar, agak dipangkas akarnya terus dimasukin ke dalem pot yang udah diisi tanah deh. Siramnya kaya biasa aja, 2 kali sehari siap action. Jangan lupa diperhatiin kegemburan tanahnya di awal-awal penanaman, biar akarnya bisa melenggang bebas dan tanaman akan jadi lebih subur. Kalo mau dipake daunnya sebelum panen pun juga bisa, misalkan mau masak indomie atau apa gitu, nah bisa tuh dipotong bagian daunnya yang udah gemuk batangnya, bisa cukup pake 1-2 batang buat 1 porsi besar.
     Oh iya, karena mengandung vitamin A, berarti seledri juga bagus loh buat kesehatan mata. Caranya ya bukan digosok-gosokin ke mata loh ya, tapi lewat cara mengonsumsi daun seledri secara rutin. Daun seledri juga dipercaya berkhasiat untuk kesehatan dan keindahan rambut, kalo cara sederhananya cukup ambil beberapa batang seledri, terus digerus kasar kemudian digosok-gosokin ke rambut yang lembab, kemudian dibilas sampai bersih. Dan buktikan sendiri berbagai khasiat lainnya.

Terima kasih dan sampai jumpa di sesi selanjutnya :)

Thursday, June 6, 2013

Memoar 27 Rajab

"27 bulan Rajab, itulah hari yang berbahagia. Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, menghadap Allah Maha Esa. Mengahadap Allah, Nabi Muhammad bersama Jibril dengan Buroq. Ke Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, ke langit ke Sidratul Muthaha. Nabi terima perintah Allah, k'wajiban 5 suruh sembahyang. Umat Islam s'luruh dunia, wajib taati perintah Allah..."

     Itu adalah penggalan lirik lagu tentang 27 Rajab (Isra' Mi'raj) yang selalu saya dengar semasa duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, sekitar akhir 90'an hingga awal 2000'an. Zaman dulu masih bocah sih banyak banget lagu-lagu yang liriknya tentang Islam, seringnya dibawain sama penyanyi cilik pada masa itu, Dea Ananda, yang tentunya sering juga ditampilkan pas ada acara perpisahan kelas 6.
     Dengan adanya lagu-lagu Islami tersebut, ya sekaligus mendidik kami yang masih kecil pada saat itu untuk lebih tahu tentang Islam dengan cara yang kami senang, menyanyi. Tapi kalau sekarang ini, penyanyi ciliknya sudah pada mengalami penuaan dini, jadi nyanyiannya cuma lagu-lagu alay dan galau, gak peduli dengan nilai mendidik yang terkandung dalam lagu-lagunya tersebut. Jadi ya cuma bisa menghasilkan generasi muda yang suka menggalau dan mengeluh, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Yaaah beruntunglah saya terlahir sebagai anak 90'an, yang masih bisa menikmati masa kecil yang sesungguhnya.
     Mengikuti perkembangan zaman yang saat ini sedang mengalami trend dakwah melalui nyanyian, dilakukan karena saat ini nyanyian atau musik sedang digandrungi oleh anak muda, bahkan juga oleh anak-anak di bawah umur. Senandung yang diciptakan hanya berisi ungkapan hati tentang jatuh cinta ataupun putus cinta, turut andil dalam mencetak generasi muda yang sangat sering mengeluh dengan apa yang terjadi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Bahkan hingga sampai bunuh diri, mengapa demikian karena mereka tidak memiliki sense of belonging terhadap Tuhan, sehingga mereka merasa sendiri dalam kegagalannya.
     Harusnya, anak-anak muda saat ini gencar dalam menyuarakan pesan moral agama dalam lantunan lagunya, dan itu tidak dilakukan hanya pada saat bulan Ramadhan. Karena kedok berdakwah pada bulan Ramadhan itu hanyalah untuk mencari keuntungan komersil semata, bukan murni menyuarakan tentang ajaran Islam, terlihat dari lirik lagunya yang tak berisi. Zaman memang mengalami kemajuan dalam arti secara harfiah, tapi secara lebih luas justru masih ada beberapa aspek yang mengalami kemunduran, salah satunya adalah kemunduran moral bangsa. Siapa yang patut disalahkan?
     Mulailah dari sekarang, benahi diri, benahi keadaan sekitar, benahi bangsa dan benahi dunia. Mulai dari hal kecil, mulailah dari diri sendiri. Taati ajaran yang sudah ada, ambil yang benar dan koreksi yang salah.

"Sholat itu adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya maka tegaklah agamanya. Dan barang siapa merobohkannya, maka sesungguhnya ia telah merobohkan agamanya." (HR. Baihaqi)

~Nostalgia Masa Kecil dan Selamat Hari Isra' Mi'raj 1434 H. Isra' Mi'raj sebagai renungan bagi umat Islam dunia untuk semakin mendekatkan hubungan vertikalnya dengan Tuhan melalui perintah sholat 5 waktu.

Friday, May 24, 2013

#Taskophobia


     Taskophobia merupakan sebuah sindrom dimana penderita dikenai rasa takut,marah dan bingung ketika dihadapi dengan tugas-tugas yang dalam bentuk sama dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Perasaan terburu-buru selalu membayang-bayangi penderita. Sindrom ini biasanya terjadi secara "menyemester" di bulan Mei-Juni atau Desember-Januari.
     Para peneliti profesional belum bisa menemukan obat untuk sindrom ini, karena menurut mereka sindrom ini sangat berbahaya untuk ketenangan jiwa dan berakhir pada keletihan pada raga. Namun untungnya para peneliti amatir telah mendapatkan sedikit pencerahan, sindrom ini memang hampir tidak ada obatnya. Mereka, para peneliti amatir berhasil menemukan cara-cara menghindari taskophobia, diantaranya adalah:
  1. Mencari sumber udara yang masih perawan, eh masih segar.
  2. Mengajak penderita ke berbagai tempat-tempat yang bisa membuat penderita merasa senang, seperti gudang tugas dan lain-lain.
  3. Membantu penderita dalam menghadapi cobaan dalam mengerjakan kewajiban saat di akhir semester.
  4. Mereka berpendapat mungkin jalan-jalan atau traveling bisa menyembuhkan gejala-gejala yang muncul.

     Adapun gejala-gejala dari taskophobia adalah penderita merasa bingung, malas, tensi darah meningkat drastis dan lain-lain. Gejala tersebut harus segera dihilangkan agar tidak menjalar terlalu jauh menuju sindrom taskophobia. Diharapkan bagi kerabat/kawan terdekat maupun terjauh bisa membantu penderita dengan berbagi sedikit ilmunya agar penderita tidak terlalu merasa bingung dan menata kembali tujuan hidupnya dengan lebih teratur. Dan bagi penderita, jangan lupa berdoa kepada Allah SWT semoga dibukakan pintu hati para pencetus ide-ide tugas akhir dan diberikan ketenangan bagi para penderita agar dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Best regard,
Abdus Somad

Kesalahan Berpikir dan Mitos Sosial


     Dalam sebuah siklus kehidupan sosial, sering kali kita menemukan berbagai gejolak kehidupan masyarakat yang biasanya memicu berbagai tindakan dari masyarakat, bahkan bisa menimbulkan sebuah tindakan anarkis. Hal tersebut disebabkan karena adanya sebuah kesalahan berpikir masyarakat yang masih memegang teguh mitos dalam menjalani kehidupan sosial. Berikut sedikit ulasan mengenai Kesalahan Berpikir dan Mitos Sosial. Kita saksikan bersama-sama setelah pariwara berikut ini..

*iklan komersil*

     Seperti yang telah diungkap dalam prolog di atas, maka saya akan membahas mengenai dua hal penting yang sering terjadi namun tidak disadari oleh masyarakat. Mereka adalah: Kesalahan Berpikir dan Mitos Sosial.
     Pertama adalah mengenai kesalahan berpikir, sebenarnya apa esensi dari dua kata tersebut? Kesalahan berpikir merupakan sebuah ketidak-sinergisan antara isi akal pikiran dengan realita yang harus dijalani oleh masyarakat. Kesalahan berpikir ini timbul akibat adanya kebutuhan masyarakat terhadap sebuah perubahan. Apakah yang dimaksud dengan perubahan? Perubahan adalah suatu kondisi dimana adanya gejolak atau perubahan strukturdan fungsi dalam satu sistem sosial. Perubahan dibagi menjadi 2 jenis; perubahan alami dan perubahan ikhtiari. Seperti kita tahu perubahan alami adalah perubahan yang berasal atau bersumber dari alam, sedangkan perubahan ikhitari adalah perubahan yang terjadi akibat adanya campur tangan dari manusia. Kedua perubahan tersebut adalah hal yang sangat wajar dan saling berkaitan, perubahan alami memang sudah hakikatnya terjadi karena adanya sebuah siklus, sedangkan perubahan ikhtiari juga hal yang wajar karena manusia diberikan akal pikiran oleh tuhan untuk melakukan sebuah perubahan, jadi menusia hendaknya tidak hanya menunggu sebuah perubahan dari alam.

1. Intelektual Culdesac : kebuntuan dalam berpikir. Istilah kebuntuan berpikir dapat diartikan jika melihat ketujuh poin penjelasan tentangnya, antara lain:
  • Over generalization, adalah memandang sesuatu berdasarkan suara mayoritas. Misalkan kita sering mendengar istilah bahwa *maaf tidak bermaksud rasis* orang Batak adalah orang yang bertabiat keras, orang Padang adalah orang yang pelit. Kedua hal tersebut dianggap benar karena ada sebagian kecil dari mereka yang mempunyai sifat demikian, hal tersebut justru tidak seharusnya mewakili kondisi sebuah suku atau wilayah karena masyarakat hanya mengeneralisasikan sifat tersebut kepada satu wilayah tertentu.
  • Retrospective Determinance, adalah men-judge seseorang karena melihat seseorang tersebut di masa lampau. Misalkan si A berteman dengan si B pada masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), kemudian berpisah selama beberapa belas tahun hingga saat tiba akan bertemu kembali. Si A berkata kepada temannya, si C bahwa temannya si B yang dulu waktu SD itu adalah anak yang bodoh akan datang menemuinya. Kata bergaris miring tersebut lah yang disebut dengan retrospective determinance. Padahal belum tentu si B akan tetap menjadi bodoh selama belasan tahun.
  • Post hoc ergo proper hoc, adalah menganggap adanya hubungan sebab akibat terhadap satu hal dengan hal yang lain. Contohnya adakah sejak dipimpin oleh SBY,Indonesia sering mengalami bencana alam. Padahal hal tersebut adalah sangat tidak logis,karena semua bencana adalah pemberian Tuhan. *yaaah meskipun banyak oposisi yang tetap kekeuh berkata demikian.
  • Misplaced Concreetness, adalah sebuah kesalahan dalam menempatkan kebenaran. Misalnya ia terlalu menyalahkan takdir tanpa memandang apa yang sudah ia perbuat.
  • Argumentum ad verecundiam, adalah melandaskan sesuatu argumen kepada hal yang telah diterima kebenarannya, seperti Al-Quran dan hadits, Undang-Undang, dan kitab suci lainnya tanpa menelaah lebih dalam bagaiamana tafsir dari landasannya tersebut.
  • Falacy composition, adalah terlalu mengikuti jejak keberhasilan seseorang dengan penuh keyakinan akan bernasib sama.
  • Cicular reasoning, adalah terlalu berputar-putar dalam menyampaikan argumen namun tidak memiliki satu sebab pasti dalam argumennya tersebut.

2. Mitos Sosial.
     Mitos adalah sesuatu belum tentu benar namun dipercaya oleh banyak orang, sehingga menjadi seolah-olah hal tersebut adalah benar. Mitos terbagi menjadi 2, antara lain:
  • Mitos deviant, adalah mitos yang dipercaya bahwa sebuah keturunan harus mengikuti sifat dri inangnya. Apabila terjadi sebuah perubahan, maka hal tersebut dianggap sebuah penyimpangan. Mitos deviant juga menempatkan arti bahwa masalah sosial yang ada dianggap memiliki fungsi sendiri, sehingga mereka tidak ingin merubahnya. Hal tersebut justru sangat buruk, karena jika suatu wilayah mempunyai hampir semua masyarakatnya mengidap maslaah sosial dan jika tidak dilakukan perubahan, maka akan mengakibatkan hal yang lebih buruki dari keadaan sebelumnya.
  • Mitos trauma, adalah mitos yang dipercaya karena adanya sebuah kejadian masa lampau yang menguatkan kepercayaan mereka terhadap sebuah mitos, atau adanya kejadian sebuah perubahan namun mengakibatkan gejolak dalam kehidupan mereka sehingga menyebabkan stres. Ada 5 hal penyebab mengapa sebuah perubahan ditolak oleh suatu masyarakat:

- Perubahan dianggap mengancam basic security,seperti sandang,pangan dan papan.
- Tidak dipahami dengan baik dan masyarakat merasakan berbagai spekulasi
- Dirasakan adanya paksaan terhadap sebuah perubahan
- Dianggap berbenturan dengan norma yang lebih tinggi
- Dianggap tidak sesuai dengan kalkulasi rasional

     Demikianlah apa yang bisa sampaikan tentang kesalahan berpikir dan mitos sosial. Memang untuk melakukan sebuah perubahan, tidak semudah membalikkan telapak kaki, eh telapak tangan, butuh waktu yang sangat panjang, kerja keras dan kesabaran karena didunia ini tidak ada sesuatu yang instan,bahkan mie rebus pun bukan hal yang patut untuk dinamakan mie instan, karena dalam kemasannya pun tertera kalimat "proses penyajian". Melakukan sebuah perubahan artinya menghadapi sebuah mitos yang dipercaya oleh suatu masyarakat yang juga masih mengalami berbagai jenis kesalahan berpikir.

     Sekian dan terima kasih, apabila ada kritik, saran dan tambahan mengenai materi terkait, silahkan mengirimkan argumennya kedalam posting ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di lain waktu.

*materi disampaikan oleh Mas Arif Al-Buny, wali amanat SPK KIBAR.

Best regard,
Abdus Somad