Sunday, July 3, 2011

Inflasi Dalam Perspektif Islam

A. Sejarah Inflasi Konvensional dan Sejarah Inflasi Islam.

1. Sejarah Inflasi Konvensional

Inflasi seringkali berbentuk kenaikan tingkat harga secara gradual daripada ledakan kekacauan ekonomi. Di Eropa, inflasi terjadi karena revolusi harga yang terjadi sepanjang beberapa abad, Kenaikan harga sangat cepat pada beberapa bahan-bahan mentah terutama makanan. Kenaikan harga pertama kali tampak di negara Italia dan Jerman sekitar tahun 1470 M. Kemudian inflasi makinmenyebar luas,dimulai dari negara Inggris dan Perancis pada tahun 1480-an,lalu meluas ke semenanjung Iberia pada dekade selanjutnya,kemudian pada tahun 1500-an inflasi mulai menyerang Eropa bagian Timur. Kenaikan terjadi sampai 700 % selama 170 tahun atau 1,2 % pertahun sementara gaji hanya naik setengahnya, sehingga masyarakat mengalami goncangan akibat tekanan inflasi. Apa yang menyebabkan inflasi terjadi, tidak ada sebab utama yang dapat disalahkan. Semua adalah akibat gabungan dari penurunan produksi pertanian, pajak yang berlebihan, depopulasi, manipulasi pasar, biaya tenaga kerja yang tinggi, pengangguran, kemewahan yang berlebihan, dan sebab-sebab yang lainnya, seperti perang yang berkepanjangan dan pemogokan kerja[1]. Fenomena seperti ini diamati oleh A.W. Phillips[2] pada tahun 1958 dan menemukan bahwa terdapat hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran yaitu, Semakin rendah tingkat pengangguran, maka tingkat inflasi akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin tinggi tingkat pengangguran, maka tingkat inflasi akan semakin rendah atau bahkan bisa terjadi inflasi yang negatif (deflasi)[3].

2. Sejarah Inflasi Islam

Inflasi dalam Islam mulai terjadi pada masa Al-Maqrizi (1364-1442). Pada masa hidupnya,beliau dikenal sebagai seorang pengkritik keras kebijakan-kebijakan moneter yang diterapkan pemerintahan Bani Mamluk Burji yang dianggapnya sebagai malapetaka yang menghancurkan Mesir. Perilaku para penguasa-penguasanya benar-benar menyimpang dari ajaran-ajaran agama dan moral,yang telah menyebabkan krisis ekonomi yang sangat parah dan didominasi oleh inflasi dan diperburuk dengan merebaknya wabah penyakit menular yang melanda Mesir dalam beberapa waktu. Situasi ini menginspirasi Al-Maqrizi untuk mempresentasikan pandangannya terhadap sebab-sebab krisis dalam sebuah karyanya yang berjudul Ighatsah Al-Ummah bi Kasyf Al-Ghummah[4].

B. Teori Inflasi Konvensional dan Teori Inflasi Islam.

1. Teori Inflasi Konvensional

Inflasi mempunyai penegrtian sebagai sebuah gejala kenaikan harga barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Dari pengertian ini,inflasi mempunyai penjelasan bahwa inflasi merupakan suatu gejala dimana banyak terjadi kenaikan harga barang yang terjadi secara sengaja ataupun secara alami yang terjadi tidak hanya di suatu tempat,melainkan diseluruh penjuru suatu negara bahkan dunia. Kenaikan harga ini berlangsung secara berkesinambungan dan bisa makin meninggi lagi harga barang tersebut jika tidak ditemukannya solusi pemecahan penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan terjadinya inflasi tersebut.

2. Teori Inflasi Islam

Pengertian inflasi konvensional tidak berbeda dengan inflasi islam,hanya dalam teori inflasi islam dijelaskan oleh Al-Maqrizi inflasi disebabkan oleh dua faktor,yaitu:

a. Inflasi Alamiah (Natural Inflation)

Inflasi Alamiah adalah inflasi yang terjadi secara alami,bukan disebabkan oleh berbagai macam penyimpangan yang dilakukan oleh para penguasa negara. Misalnya ketika suatu bencana banjir terjadi,maka akan terjadi gagal panen diberbagai sawah sehingga terjadi kelangkaan bahan makanan dan meningkatnya harga bahan makanan.

Bahkan dampak dari inflasi alamiah ini adalah inflasi ini terus terjadi secara berkesinambungan karena merupakan implikasi dari bencana alam tersebut yang mengakibatkan kacaunya aktifitas ekonomi dibidang produksi barang/bahan makanan. Kelangkaan bahan makanan dan kenaikan harga barang ini akan turut berakibat pada meningkatnya upah dan gaji pekerja[5].

b. Inflasi Kesalahan Manusia (Human Error Inflation)

Inflasi ini disebabkan secara sengaja karena kesalahan manusia,antara lain korupsi dan administrasi yang buruk,pajak yang berlebihan dan percetakan uang untuk maksud menarik keuntungan yang berlebihan[6]. Korupsi sudah sering terjadi diberbagai negara,termasuk di Indonesia sendiri. Perbuatan korupsi sungguh sedah mencerminkan buruknya moral para petinggi-petinggi negara. Para petinggi tersebut menggunakan jabatan mereka sebagai sebuah ‘sarana’ untuk melakukan tindak korupsi. Perbuatan ini sungguh sangat merugikan negara dan masyarakat karena semua sektor telah dikuasai oleh para koruptor dan menyebabkan berkurangnya secara drastis para tenaga kerja Indonesia.

Sedangkan pajak yang berlebihan adalah penerapan sistem pajak pada setiap usaha yang digeluti oleh masyarakat,dan pajak yang diterapkan melebihi dari standar tiap-tiap produk yang dihasilkan,hal ini sangat merugikan para tenaga kerja dan para pengusaha-pengusaha lokal,seperti petani. Hasil panen yang dijual tidak seberapa dibanding pajak yang hartus dibayar,hal ini menyebabkan segannya petani untuk bekerja dan merendahnya jumlah pasokan bahan pangan dan terjadi kelangkaan sehingga terjadi kenaikan harga.

Dan yang terakhir adalah percetakan mata uang yang tidak sesuai dengan sirkulasinya secara umum. Percetakan yang berlebihan ini dimaksudkan untuk melakukan tindak inflasi. Makin banyak uang yang dicetak,maka makin banyak uang yang harus dihargai pada setiap barang,dan terjadi kenaikan harga secara besar-besaran.



[1] A. Karim, Ir. Adiwarman, Ekonomi Makro Islam, Jakarta, PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2007, halaman 134.

[2] Seorang ekonom asal New Zealand.

[4] Hasannudin, Drs., MA, Sistem Ekonomi Islam, Jakarta, Lembaga Pengesahan FIDKOM, 2008, halaman 92.

[5] ibid

Jenis-Jenis Berita

Seorang komentator yang baik tidak akan membahas sesuatu tanpa benar-benar mengerti persoalannya. Untuk itu ia harus mencari sumber bahannya, bukan saja dari perpustakaan sendiri seperti ensiklopedi, kamus, buku, majalah, periodicals, dan lain-lain, tapi juga dari sumber lain. (Effendy, 1993: 175-178)

Berbeda dengan Onong, JB Wahyudi membagi jenis-jenis berita televisi menjadi dua, yakni:

1. Berita Terkini

Berita terkini adalah uraian peristiwa dan atau pendapat yang mengandung nilai berita dan terjadi pada hari ini (news of the day). Berita terkini bersifat time concern, yaitu penyajiannya sangat terikat pada waktu. Makin cepat disajikan makin baik. Dengan syarat, nilai beritanya harus kuat. Berita terkini dapat disajikan dalam dua bentuk, yakni:

a. Berita langsung (straight news) untuk berita kuat (hard/spot/soft news)

Yaitu uraian fakta dan atau pendapat yang hanya mengandung inti-inti 5W+1H, dan uraiannya dimulai dari yang terpenting menuju ke arah yang kurang penting. Fakta dan atau pendapat yang dilaporkan itu hanya dilihat dari satu sudut atau sosok sehingga bersifat linier. Cara menyajikan berita langsung dapat dilakukan dengan cara break news (memotong siaran untuk memasukkan berita tersebut) maupun bisa pula dengan superimposed untuk televisi. Untuk media cetak dengan cara stop press.

Kalimat pertama pada berita kuat disebut kalimat lead atau teras berita, yang harus mengandung nilai yang terpenting, yang disajikan sebagai topik bahasan berita. Kalimat lead yang baik adalah kalimat yang mengandung satu topik dan satu pengertian.

Disini wartawan atau reporter hanya berfungsi menyajikan fakta dan pendapat dan tidak debenarkan memasukkan opini pribadi. Reporter boleh memasukkan opini pribadi dari orang lain (narasumber) dengan menyebutkan identitas narasumber.

Fakta disini diartikan sebagai sesuatu seperti apa adanya, tidak ditambah dan tidak dikurangi. Fakta bersifat suci dan penyajiannya harus tepat dan jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan dan pengertian yang lain.

Opini adalah pendapat yang dilandasi oleh selera pribadi sehingga bersifat bebas karena selera setiap orang berbeda.

Interpretasi adalah pendapat yang dilandasi oleh fakta yang ada sehingga pasti benar. Itulah sebabnya interpretasi dapat disebut sebagai bunga berita karena dapat memberikan nilai lebih pada penyajian berita.

b. Berita mendalam (Indepth news)

Yaitu uraian fakta dan atau pendapat yang mengandung nilai berita, dengan menempatkan fakta dan atau pendapat itu pada mata rantai dan merefleksikannya dalam konteks permasalahan yang lebih luas. Fakta dan atau pendapat itu dilihat dari banyak sudut atau aspek sehingga bersifat multilinier. Ada beberapa bentuk berita mendalam, yaitu:

1) Berita komprehensif

2) Berita interpretatif

3) Berita investigatif

Perbedaan khas antara ketiga bentuk berita mendalam tadi adalah bahwa pada berita komprehensif fakta yang diuraikan diletakkan pada suatu sistem sosial tertentu, sedangkan pada berita ienterpretatif fakta yang diuraikan tidak ditempatkan pada sistem sosial tertentu. Dengan kata lain berita komprehensif merupakan uraian terperinci yang selain memperhatikan segi konteks dan kaitan langsung dengan fakta yang diuraikan juga dikaitkan dengan nilai-nilai lain yang berlaku,sedangkan [ada berita interpretatif fakta yang diuraikan hanya dikaitkan dengan fakta yang berkaitan langsung (Oetama, 1987).

Ciri khas berita investigatif terletak pada pencarian fakta tersembunyi dengan cara menelusuri jejak dari peristiwa dan atau pendapat yang sudah diketahui atau fakta di permukaan. Dengan demikian sifat uraiannya lebih banyak membandingkan antara fakta di permukaan dan fakta tersembunyi yang berhasil ditemukan.

Jika berita kuat hanya menguraikan fakta dan pendapat yang timbul dari suatu peristiwa tanpa mengaitkannya dengan peristiwa dan atau pendapat lain diluar peristiwa dan atau pendapat itu, maka pada berita mendalam, fakta yang diuraikan dikaitkan dengan peristiwa dan atau pendapat lain yang relevan dengan fakta yang diuraikan.

Dalam penyusunan berita mendalam diperlukan kejelian dan kepekaan reporter/redaktur dalam mencari fakta lain yang relevan dengan fakta sentral atau fakta yang diuraikan, khususnya yang ada konteks dan kaitannya.

Berita mendalam yang disusun secara multilinier dapat diawali dengan adanya peristiwa dan atau pendapat yang tidak mengandung nilai berita, dengan menempatkan peristiwa dan atau pendapat itu sebagai informasi awal di permukaan. Bertitik tolak dari informasiawal ini, dicari peristiwa dan atau pendapat lain yang ada kaitan dan konteksnya dengan informasi awal tersebut. Dalam mencari ini, fakta lain yang mengandung niali berita akan ditemukan, misalnya nilai konflik dan sebagainya yang dapat dijadikan kalimat lead dalam uraian itu. Uraian multilinier akan jauh lebih lengkap sehingga bersifat lebih informatif walaupun nilai kebaruan agak berkurang dibanding dengan berita kuat. (Wahyudi, 1996)

2. Berita Berkala

Selanjutanya JB Wahyudi memberikan batas tentang berita berkala sebagai ukuran fakta dan atau pendapat yang nilai beritanya kurang kuat, sehingga penyajiannya kepada khalayak tidak terikat pada waktu. Uraiannya bersifat linier dan eksploratif. Termasuk dalam berita berkala adalah:

a. Laporan eksploratif

b. Laporan khas (feature)

c. Berita analisis

d. Human interest

e. Majalah udara (gabungan berbagai jenis dan bentuk berita)

Uraian disusun dengan teknik piramida, yaitu dari yang kurang penting ke yang terpenting, dan adegan teknik kronologis, yaitu sesuai dengan urutan kejadian.

Penyusunan berita berkala televisi tetap dengan mengombinasikan uraian fakta, uraian pendapat, dan penyajian pendapat narasumber, secara dinamis dan variattif. Pendapat dari narasumber yang relevan biar disampaikan sendiri oleh narasumber.

Berita berkala merupakan uraian fakta dan atau pendapat yang sudah ada dan sudah terjadi sehingga nilai aktualisasinya sudah berkurang, tetapi nilai menariknya masih tatap ada.

a. Laporan Eksploratif

Adalah uraian mengenai fakta dan atau pendapat yang diperoleh secara menggali (explore). Disini, topik bahasan sudah ditentukan, lalu digali berbagai permasalahan yang ada dengan cara terjun langsung ke lapangan.

Topik bahasan yang dipilih masih bersifat umum, kemudian digali lebih mendalam untuk mencari permasalahan yang ada, dan selanjutnya permasalahan ini dibandingkan dengan tujuan yang hendak dicapai. Kesimpulan atau interpretasi deberikan secara tepat pada akhir uraian. Karena itu susuna laporan eksploratif diawali dengan pembukaan, situasi atau kondisi yang ada, permasalahan yang ada, tujuan yang hendak dicapai, kesimpulan atau interpretasi, dan penutup.

Laporan eksploratif disusun sedemikian rupa sehingga dapat terasa akrab dengan khalayak. Fakta dan pendapat dari berbagai narasumber, seperti pejabat, tokoh masyarakat dan agama, ahli, saksi mata, dan dari kalangan rakyat biasa yang didapatkan, diuraikan atau disajikan secara lengkap, informatif, faktual, jujur, terbuka, tidak berprasangka dan berimbang. Berbagai pendapat narasumber yang saling bertentangan dan saling mendukung dikombinasikan secara variatif dan dinamis, sesuai dengan alur bahasan.

Pada media televisi, sajian akan menjadi sangat dinamis dan menarik karena fakta dan atau pendapat narasumber tersaji secara visual. Tinggal sekarang, bagaimana mengombinasikannya secara variatif dan dinamis. Pendapat narasumber tidak perlu disajikan semu, tetapi cukup dipilih yang relevan, baik narasumber maupun isi pendapatnya.

b. Laporan khas (Feature)

Laporan khas atau feature adalah uraian fakta yang bersifat khas atau unik. Fakta yang bersifat khas atau unik, seperti pemulung, pengemis di persimpangan jalan, penjaja koran atau majalah, pengamen, dan lain sebagainya, diuraikan secara terperinci.

Mengingat fakta yang bersifat khas atau unik, cara penyajian dan penyusunan naskah juga harus bersifat sederhana dengan memberikan penekanan pada hal yang bersifat khas atau unik tersebut. Misalnya, laporan khas tentang pemulung. Disini yang ditekankan adalah:

1) Apa yang dikerjakan pemulung terhadap smapah

2) Apa yang dicari

3) Dijual kemana sampah yang dipilih

4) Berapa pendapatan perhari

5) Berapa jam bekerja setiap hari

6) Untuk apa penghasilan itu

c. Berita Analisis

Berota analisis adalah uraian fakta dan pendapat yang bersifat analisis. Dengan kata lain, berita analisis adalah uraian yang disusun setelah fakta dan pendapat yang akan diuraikan dipilih menjadi fakta dan pendapat utama serta fakta dan pendapat yang timbul sebagai akibat adanya fakta dan pendapat utama tersebut.

Uraian analisis tidak sekadar ‘mempermasalahkan masalah’, tetapi juga menyentuh masalah utama dengan asumsi bahwa hanya dengan menuntaskan ‘masalah utama’ berbagai masalah yang timbul akan ikut terselesaikan dengan sendirinya.

Ditengah masyarakat, ‘masalah utama’ dan ‘maslaah-masalah yang ditimbulkan’ sudah berbaur menjadi satu sehingga menjadi sangat sulit untuk membedakan ‘masalah utama’ dan ‘masalah-masalah yang ditimbulkan’.

d. Human Interest

Berita human interest adalah uraian fakta yang dapat memberikan sentuhan rasa insani atau rasa kemanusiaan. Fakta disini bisa mengenai apa saja, asalkan mengandung nilai atau rasa yang mampu memberikan sentuhan rasa insani. Misalnya, ikan pesut yang melahirkan, gajah yang melahirkan, orang utan yang menyusui anaknya, pohon pisang yang berbuah lebat, dan sebagainya.

e. Majalah udara

Majalah (magazine) adalah gabungan uraian fakta dan atau pendapat yang dirangkai dalam satu wadah atau mata acara. Pada radio atau televisi disebut majalah udara.

Ada majalah yang isinya homogen, yang disebut majalah khusus, ada pula yang isinya heterogen, yang disebut majalah umum. Contoh majalah udara umum adalah acara “Spektrum” di TVRI, sedangkan majalah khusus adalah acara “Dian Rana” di TVRI.

Perbedaan antara siaran berita dan majalah udara, adalah:

1) Jika materi berita yang disajikan lebih banyak berita kuat, sedangkan feature-nya lebih sedikit, mata acara ini disebut siaran berita.

2) Jika materi berita yang disajikan lebih banyak featuer, sedangkan berita kuatnya hanya sedikit, mata acara ini disebut majalah udara.

Majalah udara ini dapat menjadi mata acara yang sangat menarik minat khalayak, karena tayangannya lebih beragam, dan lebih leluasa diola dengan materi yang selektif.

Pada majalah udara, materi berita kuat hanya sebagai selingan dan itu pun jika ada materi berita eksklusif, atau menarik, atau keduanya. Fokus sajian majalah udara adalah materi yang bersifat berita berkala, dan feature, termasuk human interest. Uraian fakta dan pendapat dapat lebih lengkap dan terperinci karena waktu yang tersedia lebih lama.

Isi majalah udara dapat berupa gabungan uraian berita yang sejenis, misalnya human interest semua sama, dan ada pula yang tidak sejenis, misalnya ada uraian politik, ekonomi,hankam, iptek, pariwisata, hiburan, dan lain-lain.

Isi majalah udara yang sejenis dapat disusun sebagai berikut:

1) Gajah melahirkan di Taman Safari 2’30”

2) Kehidupan orang utan di hutan Kalimantan 2’15”

3) Kahidupan di permukiman kumuh 2’

4) Bayi selamat dalam musibah pesawat 1’15”

5) Kehidupan pemulung 2’10”

6) Pedagang kaki lima 3’05”

7) Pelawak Tarno 2’07”

Isi majalah udara yang tidak sejenis dapat disusun sebagai berikut:

1) Pemilu di Jerman 1’15”

2) Haiti 2’

3) Kebakaran hutan di Kanada 1’30”

4) Gempa di Jepang 2’

5) Masalah ozon 1’20”

6) Buaya di Irian Jaya 3’15”

7) Patung Agats 2’

8) Profil artis Nurlela 4’

(Wahyudi, 1996)

Wednesday, December 22, 2010

KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH


I. Pengertian Konsep

Dalam lingkup penelitian,konsep mempunyai arti sebagai sebuah abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum sekelompok objek,peristiwa atau fenomena lainnya. Konsep juga merupakan sebuah peta perencanaan untuk masa depan sehingga bisa dijadikan pedoman dalam melangkah ke depan[1].

Woodruff (Amin, 1987) telah mengidentifikasikan 3 macam konsep,yaitu:

1. Konsep Proses, konsep yang menjelaskan tentang kejadian atau perilaku dan konsekuensi-konsekuensi yang dihasilkan bila terjadi.

2. Konsep Struktur, konsep yang menjelaskan tentang objek, hubungan atau struktur dari beberapa macam.

3. Konsep Kualitas, konsep yang menjelaskan tentang sifat suatu objek atau proses dan tidak mempunyai eksistensi yang berdiri sendiri[2].

II. Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia[3].

Ada beberapa tahapan dalam proses pengambilan keputusan,antara lain:

1. Intelligence, proses pengumpulan informasi untuk mengidentifikasi masalah.

2. Design, sebagai sebuah tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif-alternatif pemecahan masalah.

3. Choice, yaitu proses penyeleksian atau pemilihan alternatif yang disediakan.

4. Implementation, tahap akhir yakni taham pelaksanaan alternatif keputusan dan membuat laporan hasil proses pengambilan keputusan[4]

Pengambilan keputusan dilakukan bertujuan untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkuatan sehingga usaha pencapaiian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik dan efektif.

Sistem pengambilan keputusan terbagi menjadi 2 jenis:

a. Sistem keputusan tertutup, yang menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukan yang tidak diketahui dari lingkungan.

b. Sistem keputusan terbuka, yang memandang keputusan sebagian berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan[5].

III. Konsep Pengambilan Keputusan dalam Sistem Informasi Manajemen Dakwah

Dalam lingkup Manajemen Dakwah,konsep untuk mengambil keputusannya tidak berbeda dengan konsep pengambilan keputusan dalam sistem informasi manajemen umum. Namun dalam Manajemen Dakwah, semua konsep pengambilan keputusan sistem informasi manajemen umum diterapkan dalam sebuah manajemen sebuah lembaga dakwah,mencakup lembaga zakat, haji-umroh, perbankan syari’ah dan lain-lain. Dalam hal ini ada dua model konsep pengambilan keputusan sistem informasi manajemen yang dikemukakan oleh Herbert A. Simon,yakni:

1. Konsep Pengambilan Keputusan Dalam Sebuah Manajemen

Konsep ini terdiri dari 3 tahap:

a. Pemahaman, menyelidiki lingkungan kondisi yang memerlukan keputusan. Data mentah yang diperoleh diolah dan diperiksa untuk dijadikan petunjuk yang dapat memenyukan masalahnya.

b. Perancangan, Menemukan, mengembangkan dan menganalisis arah tindakan yang mungkin dapat digunakan. Hal ini mengandung proses untuk memahami masalah untuk menghasilkan cara pemecahan dan menguji apakah cara pemecahan tersebut dapat dilaksanakan.

c. Pemilihan, memilih arah tindakan tertentu dari semua arah tindakan yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan[6].

2. Konsep Pengambilan Keputusan Sistem Informasi Manajemen

Konsep ini sama dengan konsep untuk manajemen umum,hanya pengertiannya saja,antara lain:

a. Pemahaman

Proses penyelidikan mengandung pemeriksaan data baik dengan cara yang telah ditentukan maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. Sistem informasi harus meneliti semua data dan menganjukan permintaan untuk diuji mengenai situasi yang jelas menurut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah yang diketahui dengan jelas agar disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalah tersebut dapat ditangani.

b. Perancangan

SIM harus mengandung model keputusan untuk mengolah data dan memprakasai pemecahan alternatif. Model harus membantu menganalisis alternatif.

c. Pemilihan

SIM menjadi paling efektif apabila hasil perancangan disajikan dalam suatu bentuk keputusan. Apabila telah dilakukan pemilihan, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian[7].

KESIMPULAN

Pada intinya, sebuah keputusan sangat menentukan kemajuan sebuah lembaga atau perusahaan,khususnya lembaga dakwah. Seorang manajer atau pimpinan harus bisa bersikap sebijak mungkin dalam mengambil sebuah keputusan,bisa melibatkan pihak luar atau disebut dengan konsep pengambilan keputusan terbuka dan/atau bisa menggunakan konsep pengambilan keputusan yang tidak melibatkan pihak luar atau disebut dengan konsep pengambilan keputusan tertutup. Dan tentunya seorang manajer harus bisa memberikan kesempatan pihak lain untuk berbicara, namu juga tidak boleh terlalu terpengaruh dengan segala keputusan dari pihak lain,seorang pemimpin tersebut harus bisa mengambil keputusan sedemikian rupa dengan komposisi argumen dari pihak luar yang juga disaring terlebih dahulu agar mendapatkan hasil yang sempurna dan tetap berpihak pada argumen pihak lain.